Langsung ke konten utama
Departemen Mikfes

STECU (Strategic Ties for Exchange and Competition Universe): “Youth Potential in the Era of Renewable Energy” dan Pengenalan Dasar Website

Survei & Riset Himpunan Mahasiswa Sains Data
Survei & Riset Himpunan Mahasiswa Sains Data
May 26, 2026
5 menit baca
 STECU (Strategic Ties for Exchange and Competition Universe): “Youth Potential in the Era of Renewable Energy” dan Pengenalan Dasar Website

Lampung Selatan, 24 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Sains Data ADYATAMA Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sukses menggelar kegiatan STECU (Strategic Ties for Exchange and Competition Universe) yang mengangkat tema “Youth Potential in the Era of Renewable Energy” serta pengenalan dasar website. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengembangan potensi diri di era modern, khususnya dalam bidang energi terbarukan dan teknologi digital. Kegiatan STECU menghadirkan pemateri dari Sobat Bumi Lampung, yaitu Qisthi Khaera Dayyana dan Urwah Abdul Manaf Panjaitan, serta pemateri dari Divisi Research and Development Departemen MIKFES yang membawakan materi mengenai pengenalan dasar website dan teknologi pengembangannya.

Acara dibuka oleh Risa Romadona yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme sehingga suasana acara terasa lebih hidup dan interaktif. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Sains Data ADYATAMA yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemateri, dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan STECU. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan motivasi belajar, serta memahami perkembangan isu global dan teknologi yang sedang berkembang pesat di masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan meningkatkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Pada sesi pertama dengan tema “Youth Potential in the Era of Renewable Energy”, pemateri dari Sobat Bumi Lampung membahas pentingnya transisi energi dan peran generasi muda dalam mendukung penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Materi diawali dengan penjelasan mengenai kondisi lingkungan dan tantangan global saat ini, seperti krisis iklim, pemanasan global, tingginya emisi karbon dari industri dan transportasi, serta meningkatnya kebutuhan energi akibat perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi. Pemateri menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil yang terus berlangsung dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan maupun keberlanjutan energi di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan transisi menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam materi tersebut juga dijelaskan bahwa Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami, seperti energi matahari, angin, air, biomassa, dan panas bumi. Pemateri menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan energi terbarukan karena memiliki sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, dijelaskan pula bahwa energi matahari sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan energi manusia di seluruh dunia. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi penangkap energi, distribusi energi yang belum merata, serta biaya penyimpanan energi yang masih cukup tinggi.

Tidak hanya membahas teori mengenai energi terbarukan, pemateri juga memberikan wawasan mengenai peluang karier di masa depan yang berkaitan dengan green jobs dan sustainability. Beberapa profesi yang diperkenalkan antara lain Renewable Energy Engineer, Carbon Analyst, ESG Specialist, Environmental Researcher, Electric Vehicle Engineer, hingga AI for Sustainability. Pemateri menjelaskan bahwa transisi energi tidak hanya membutuhkan engineer, tetapi juga data scientist, researcher, analyst, innovator, dan berbagai profesi lain yang mampu mendukung perkembangan teknologi ramah lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mulai aktif berkontribusi melalui riset, inovasi teknologi, kompetisi, komunitas lingkungan, startup, project sosial, dan edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan energi. Pemateri juga membagikan beberapa contoh aksi nyata yang telah dilakukan oleh Sobat Bumi Lampung seperti penanaman mangrove, kegiatan budidaya ikan dalam ember (budikdamber), kegiatan tanam pohon, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas lingkungan dan pendidikan masyarakat.

Pada sesi kedua, pemateri dari Divisi Research and Development Departemen MIKFES membawakan materi mengenai pengenalan dasar website dan teknologi yang digunakan dalam pengembangannya. Materi diawali dengan penjelasan mengenai pengertian website sebagai kumpulan halaman digital yang dapat diakses melalui internet menggunakan browser seperti Chrome, Edge, maupun Firefox. Website dianalogikan sebagai sebuah rumah di internet yang memiliki alamat berupa domain dan berisi berbagai halaman yang dapat menampilkan informasi kepada pengguna. Selain itu, dijelaskan pula bahwa website saat ini digunakan hampir di seluruh bidang kehidupan seperti pendidikan, bisnis, pemerintahan, media sosial, hiburan, hingga pelayanan publik karena website mampu mempermudah penyebaran informasi dan interaksi secara digital.

Pemateri kemudian menjelaskan bahwa terdapat dua jenis website, yaitu website statis dan website dinamis. Website statis merupakan website yang isi halamannya tetap dan jarang mengalami perubahan, sedangkan website dinamis memungkinkan adanya interaksi pengguna serta perubahan tampilan dan isi secara otomatis. Selanjutnya dijelaskan tiga teknologi utama dalam pengembangan website, yaitu HTML, CSS, dan JavaScript. HTML dijelaskan sebagai struktur dasar website yang berfungsi untuk menyusun elemen-elemen pada halaman web seperti judul, paragraf, gambar, tabel, tombol, dan form. CSS digunakan untuk mempercantik tampilan website dengan mengatur warna, ukuran teks, tata letak, animasi, dan responsive design agar website terlihat lebih menarik dan nyaman digunakan. Sementara itu, JavaScript digunakan untuk membuat website menjadi lebih interaktif dan dinamis, seperti menampilkan animasi, memproses data, membuat tombol interaktif, menampilkan notifikasi, dan mengubah isi halaman secara otomatis.

Selain menjelaskan teknologi dasar website, pemateri juga memperkenalkan beberapa library populer yang sering digunakan dalam pengembangan website modern seperti Bootstrap, Tailwind CSS, Chart.js, SweetAlert2, dan GSAP. Pemateri menjelaskan bahwa library tersebut dapat membantu developer dalam membuat tampilan website yang lebih modern, responsif, dan interaktif dengan proses pengembangan yang lebih cepat dan efisien. Peserta juga diberikan gambaran mengenai pentingnya kemampuan di bidang web development di era digital saat ini karena hampir seluruh sektor industri membutuhkan teknologi website sebagai media informasi, komunikasi, dan pelayanan.

Melalui kegiatan STECU ini, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pengembangan potensi diri di bidang energi terbarukan dan teknologi digital. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan aktif berkontribusi dalam menghadapi tantangan global di masa depan. Dengan adanya materi mengenai renewable energy dan website development, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perkembangan teknologi modern, tetapi juga mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Bagi kamu yang belum sempat bergabung , bisa diakses di Youtube kami ya..

Youtube MIKFES_HMSD :

youtube