LABUHAN RATU SATU, LAMPUNG TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 66 sukses melaksanakan program pendampingan intensif bertajuk "Digitalisasi dan Pendampingan UMKM Desa". Program ini menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk beralih dari sistem konvensional ke ekosistem digital yang lebih modern dan efisien.
Koordinator program menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil setelah melihat potensi besar produk lokal yang terkendala oleh jangkauan pemasaran yang sempit dan manajemen keuangan yang masih manual. Tiga UMKM yang menjadi mitra utama dalam program ini adalah D3 Snack, UMKM Ojo Lali, dan UMKM Fafa Snack.
"Kami menemukan bahwa banyak pelaku usaha di desa masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut dan pencatatan keuangan di buku tulis yang rentan hilang. Oleh karena itu, kami hadir dengan solusi digitalisasi menyeluruh, mulai dari branding hingga manajemen keuangan," ujar perwakilan Kelompok 66.
Rangkaian kegiatan digitalisasi yang dilaksanakan meliputi empat pilar utama:
Pemasaran Digital (E-Commerce): Tim KKN mendampingi para mitra untuk membuka dan mengelola toko online di marketplace Shopee. Pendampingan mencakup teknik fotografi produk, penulisan deskripsi yang menarik (copywriting), hingga strategi pengaturan harga.
Digitalisasi Keuangan: Untuk meminimalisir kesalahan hitung dan mempermudah rekapitulasi laba-rugi, mahasiswa melatih pelaku UMKM menggunakan aplikasi pembukuan digital BukuWarung. Kini, transaksi harian dapat dicatat secara real-time melalui ponsel pintar.
Pembayaran Non-Tunai (QRIS): Guna mempermudah transaksi pelanggan, tim KKN juga memfasilitasi pembuatan akun QRIS (melalui Gopay Merchant), sehingga UMKM kini dapat menerima pembayaran digital.
Program yang berlangsung selama periode KKN ini mendapat sambutan hangat. Para pelaku UMKM mengaku sangat terbantu, terutama dalam memahami teknologi yang sebelumnya dianggap rumit.
"Melalui program ini, kami berharap UMKM di Desa Labuhan Ratu Satu tidak hanya 'naik kelas' secara tampilan, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga ke luar daerah dan memiliki manajemen bisnis yang lebih rapi dan berkelanjutan," tutup Tim KKN Kelompok 66.
Tentang KKN ITERA Kelompok 66

