
LAMPUNG TIMUR – Kelompok KKN Tematik (KKN-T) 42 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Sindang Anom, Lampung Timur, selama periode Tahun Ajaran Genap 2025–2026. Berfokus pada inovasi berkelanjutan, mahasiswa mendorong efisiensi birokrasi desa melalui pengembangan teknologi informasi dan penguatan ekonomi kreatif.
Digitalisasi Data dengan Fitur OCR
Inovasi utama dalam program ini adalah pengembangan platform digital desa yang kini dilengkapi dengan fitur OCR (Optical Character Recognition) Kartu Keluarga. Fitur ini dirancang khusus untuk membantu perangkat desa dalam mengelola database kependudukan secara otomatis melalui pemindaian dokumen, sehingga proses input data tidak lagi dilakukan secara manual.

- Peta Interaktif Desa: Mendokumentasikan lokasi UMKM, fasilitas umum, dan potensi wisata secara visual.
- Dashboard Analitik Terpadu: Menyajikan data desa dalam bentuk visualisasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi perangkat desa.
Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial
Di samping transformasi digital, KKN-T 42 juga menginisiasi pelatihan pembuatan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) sebagai solusi atas melimpahnya hasil panen singkong warga. Program ini mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari fermentasi hingga penggilingan, guna menciptakan produk bernilai tambah bagi ekonomi rumah tangga.

- Edukasi Positif: Pembelajaran interaktif di SD, SMP, dan TPQ untuk menanamkan nilai disiplin dan percaya diri pada anak.
- Harmoni Desa: Kegiatan perlombaan dan permainan interaktif untuk mempererat gotong royong dan solidaritas warga.
- Kesehatan & Bakti Sosial: Pelaksanaan senam bersama, pendampingan Posyandu, serta gotong royong menjaga kebersihan tempat ibadah. Melalui pelaksanaan seluruh program kerja ini, Kelompok KKN-T 42 ITERA berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Sindang Anom dalam aspek ekonomi, teknologi, dan kehidupan sosial.
LAMPIRAN



